Biasa gw sebelum kerja pasti suka ambil wudhu di mesjid dekat kantor.
Tadi pagi ada kejadian menarik.

Pas mau wudhu lihat ada motor box penjual roti di depan masjid, ternyata si penjual roti lagi shalat dhuha.
Terketuk, gw ikut shalat dhuha.
Habis shalat, gw ajak ngobrol tukang roti itu.
“Mang, gak takut pembeli pada kabur pas mang shalat?”, kata gw.
“Nggak, dek. Rezeki udah diatur. Lagian, kalo cuma shalat 5 menit, bakal ada pembeli sih? Berapa uang yang didapat?”, jawab si tukang roti.
Gw termenung.

“Mamang jualan dari sehabis subuh, sampe sekarang sudah cukup untuk bersyukur. Jadi ya bersyukur dalam bentuk shalat 5 menit saja nggak rugi waktu. Malah insyaallah yang beli makin banyak.”, lanjutnya.

Pas gw sampe kantor, gw merenung.
Bener juga. Kita shalat rata-rata cuma 5 menit, kenapa susah?
Gak ada alasan untuk tinggalkan shalat.
Apalagi gw statusnya cuma karyawan, gak akan rugi jika cuma lepas 5 menit. Perusahaan toh yang untung walau gw hasilkan uang dalam 5 menit itu.
Tapi, rugi gw donk gak shalat.

Demikian #cerkat ini buat renungan aja sih.

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s